7 Kerugian Menggunakan Septic Tank Beton Dibanding Bio Septic Tank Fiberglass

Septic tank merupakan bagian penting dalam sistem sanitasi bangunan. Namun, pemilihan material tangki juga menentukan ketahanan, keamanan, dan biaya pemeliharaan sistem dalam jangka panjang. Septic tank beton memang sudah lama digunakan, tetapi material tersebut memiliki beberapa risiko, terutama ketika konstruksi, sambungan, atau proses pemasangannya kurang tepat.

Sebaliknya, Bio Septic Tank Fiberglass (FRP) menawarkan konstruksi yang lebih ringan, tahan korosi, dan dapat diproduksi dengan bentuk serta kapasitas yang sesuai kebutuhan.

Oleh karena itu, sebelum menentukan jenis septic tank, pemilik rumah, kantor, hotel, restoran, sekolah, maupun bangunan komersial perlu memahami perbedaan kedua material tersebut.

Catatan: Beton bukan berarti material yang selalu buruk. Septic tank beton dapat bekerja dengan baik apabila desain, konstruksi, kedap air, instalasi, dan pemeliharaannya memenuhi persyaratan teknis. Artikel ini membahas risiko yang lebih sering muncul pada septic tank beton dibandingkan Bio Septic Tank FRP.


1. Risiko Retak dan Kebocoran Lebih Tinggi

Septic tank beton memiliki struktur yang kaku. Akibatnya, perubahan kondisi tanah, tekanan tanah, penurunan tanah, atau kesalahan konstruksi dapat menyebabkan retakan pada dinding atau sambungan.

Retakan kecil mungkin terlihat tidak berbahaya. Namun, jika retakan terus berkembang, air limbah dapat merembes keluar dari tangki.

Sebaliknya, Bio Septic Tank FRP menggunakan material fiberglass yang memiliki karakteristik berbeda dari beton. Struktur FRP memiliki ketahanan yang baik terhadap lingkungan lembap dan tidak mengalami korosi seperti material logam.

Dengan demikian, pemilihan tangki FRP dapat membantu mengurangi risiko masalah kebocoran yang berasal dari korosi atau sambungan konstruksi beton.


2. Beton Dapat Mengalami Penurunan Kualitas Akibat Lingkungan

Septic tank bekerja dalam kondisi yang selalu berhubungan dengan air, kelembapan, gas, dan berbagai senyawa dari air limbah.

Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas beton apabila material dan konstruksinya tidak sesuai kebutuhan. Selain itu, kualitas beton juga sangat bergantung pada mutu campuran, proses pengecoran, curing, dan perlindungan terhadap lingkungan.

Sementara itu, FRP memiliki ketahanan terhadap korosi yang menjadi salah satu keunggulan utama material tersebut.

Karena itu, Bio Septic Tank FRP dapat menjadi pilihan menarik untuk penggunaan jangka panjang, terutama pada lokasi dengan kondisi tanah dan lingkungan yang menantang.


3. Bobot Beton Jauh Lebih Berat

Salah satu perbedaan paling mudah terlihat antara beton dan FRP adalah bobot material.

Beton memiliki massa yang tinggi. Akibatnya, proses pengangkutan dan pemasangan septic tank beton dapat membutuhkan tenaga kerja lebih banyak serta peralatan tambahan, terutama untuk kapasitas besar.

Sebaliknya, material FRP memiliki bobot yang jauh lebih ringan dibandingkan konstruksi beton dengan kapasitas sejenis.

Dengan demikian, proses pemindahan dan pemasangan Bio Septic Tank FRP dapat berlangsung lebih cepat apabila kondisi lokasi mendukung.


4. Pemasangan Septic Tank Beton Membutuhkan Pekerjaan Konstruksi Lebih Banyak

Pemasangan septic tank beton umumnya membutuhkan pekerjaan seperti:

  • Penggalian tanah.
  • Pembuatan lantai kerja.
  • Pengecoran.
  • Pemasangan tulangan.
  • Pembuatan dinding.
  • Pembuatan sekat.
  • Pembuatan penutup.
  • Waterproofing.
  • Pengerjaan sambungan pipa.
  • Proses curing beton.

Sebaliknya, produsen dapat memproduksi Bio Septic Tank FRP sebagai tangki siap instalasi.

Oleh karena itu, penggunaan tangki FRP dapat membantu mempercepat pekerjaan di lapangan dan mengurangi pekerjaan konstruksi basah.


5. Risiko Kesalahan Konstruksi Lebih Besar

Kualitas septic tank beton sangat bergantung pada proses pengerjaan di lapangan.

Jika pekerja melakukan kesalahan pada proses pengecoran, pemasangan tulangan, sambungan, atau waterproofing, kualitas tangki dapat menurun.

Selain itu, retakan atau kebocoran terkadang baru terlihat setelah tangki digunakan.

Pada Bio Septic Tank FRP, produsen membuat struktur tangki melalui proses manufaktur yang lebih terkontrol. Dengan demikian, produsen dapat menjaga konsistensi bentuk dan kualitas produk sesuai desain yang ditentukan.


6. Perbaikan Kebocoran Beton Dapat Menambah Biaya

Ketika septic tank beton mengalami kebocoran, pemilik harus mencari lokasi kerusakan terlebih dahulu. Kemudian, pekerja perlu melakukan pembongkaran atau penggalian pada area tertentu untuk memperbaiki sumber kebocoran.

Proses tersebut dapat mengganggu aktivitas penghuni bangunan.

Selain itu, biaya perbaikan tidak hanya berasal dari material. Pemilik juga perlu mempertimbangkan biaya tenaga kerja, penggalian, pembongkaran, waterproofing, dan pemulihan area.

Dengan menggunakan Bio Septic Tank FRP yang memiliki konstruksi sesuai spesifikasi, pemilik dapat mengurangi potensi pekerjaan perbaikan yang berasal dari retak dan korosi material.


7. Kurang Fleksibel untuk Kebutuhan Kapasitas dan Lokasi Tertentu

Setiap bangunan memiliki kebutuhan septic tank yang berbeda. Rumah tinggal, kantor, sekolah, hotel, restoran, dan fasilitas komersial menghasilkan beban air limbah yang berbeda pula.

Oleh sebab itu, kapasitas septic tank harus mengikuti jumlah pengguna dan karakteristik limbah.

Bio Septic Tank FRP menawarkan fleksibilitas desain dan kapasitas karena produsen dapat menyesuaikan dimensi tangki berdasarkan kebutuhan proyek.

Selain itu, FRP memungkinkan produsen membuat berbagai bentuk tangki, seperti:

  • Tangki horizontal.
  • Tangki vertikal.
  • Tangki silinder.
  • Tangki dengan beberapa chamber.
  • Tangki dengan sistem biofilter.
  • Tangki dengan pengolahan lanjutan.

Dengan demikian, Bio Septic Tank FRP dapat menyesuaikan kebutuhan berbagai jenis bangunan.


Perbandingan Septic Tank Beton dan Bio Septic Tank FRP

AspekSeptic Tank BetonBio Septic Tank FRP
MaterialBeton bertulangFiberglass Reinforced Plastic
BobotBeratLebih ringan
Risiko retakPerlu diperhatikanTidak mengalami retak beton
KorosiBeton tidak berkarat, tetapi dapat mengalami degradasiTahan korosi
InstalasiMembutuhkan pekerjaan konstruksiLebih cepat dengan tangki siap instalasi
PengangkutanMembutuhkan penanganan lebih beratLebih mudah
Kualitas produkSangat bergantung pada konstruksi lapanganProduksi lebih terkontrol
Bentuk dan kapasitasBergantung pada konstruksiLebih fleksibel
PerawatanPerlu pemeriksaan kondisi strukturRelatif mudah
Umur penggunaanBergantung mutu beton dan konstruksiBergantung kualitas FRP, desain, instalasi, dan pemeliharaan

Bukan Hanya Material, Sistem Pengolahan Juga Penting

Memilih Bio Septic Tank FRP tidak cukup hanya dengan melihat material tangki.

Selain itu, pemilik bangunan harus memperhatikan desain sistem pengolahan limbah secara keseluruhan. Tangki harus memiliki kapasitas yang sesuai, aliran yang benar, sistem pengolahan biologis yang tepat, serta akses untuk pemeriksaan dan penyedotan lumpur.

SNI 2398:2017 menjadi salah satu acuan penting dalam perencanaan tangki septik dengan pengolahan lanjutan. Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR juga mencantumkan SNI 2398:2017 Tata Cara Perencanaan Tangki Septik dengan Pengolahan Lanjutan dalam daftar produk NSPK.

Selain itu, Permen PUPR Nomor 04/PRT/M/2017 mengatur penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD), termasuk aspek perencanaan, konstruksi, pengoperasian, dan pemeliharaan.


PT. BIOFIVE SEJAHTERA INDONESIA: Solusi Bio Septic Tank FRP

PT. BIOFIVE SEJAHTERA INDONESIA menyediakan solusi sanitasi dan pengolahan air limbah menggunakan material FRP (Fiberglass Reinforced Plastic).

Produk yang tersedia meliputi:

  • Bio Septic Tank FRP
  • IPAL Domestik
  • IPAL MBBR
  • Grease Trap FRP
  • Oil Trap FRP
  • Tangki Panel FRP
  • Tangki Silinder FRP
  • Media Biofilter
  • Bakteri Pengurai Limbah
  • Toilet Portable
  • Wastafel Portable

Selain menyediakan produk, PT. BIOFIVE SEJAHTERA INDONESIA juga dapat membantu pelanggan menentukan kapasitas, konfigurasi chamber, sistem pengolahan biologis, serta kebutuhan instalasi berdasarkan karakteristik proyek.

Dengan demikian, pelanggan tidak hanya mendapatkan tangki, tetapi juga dapat memperoleh solusi sanitasi yang dirancang sesuai kebutuhan bangunan.


Mengapa Memilih Bio Septic Tank FRP PT. BIOFIVE?

Bio Septic Tank FRP dari PT. BIOFIVE SEJAHTERA INDONESIA menawarkan beberapa keunggulan:

✅ Tahan Korosi

Material FRP memiliki ketahanan yang baik terhadap lingkungan lembap dan berbagai kondisi yang dapat menyebabkan korosi.

✅ Ringan

Bobot FRP lebih ringan dibandingkan konstruksi beton sehingga memudahkan proses transportasi dan instalasi.

✅ Anti Bocor dengan Desain yang Tepat

Konstruksi tangki FRP dibuat sebagai unit tangki sehingga dapat mengurangi titik sambungan dibandingkan konstruksi beton yang dirakit di lokasi.

✅ Perawatan Lebih Praktis

Permukaan bagian dalam yang halus membantu proses pembersihan dan pemeliharaan.

✅ Fleksibel

Produsen dapat menyesuaikan kapasitas dan konfigurasi tangki dengan kebutuhan proyek.


Kesimpulan

Septic tank beton tetap dapat menjadi pilihan yang baik apabila perencana dan pelaksana memenuhi persyaratan desain, konstruksi, kedap air, serta pemeliharaan. Namun, pemilik bangunan perlu mempertimbangkan risiko retak, bobot berat, pekerjaan konstruksi, potensi kebocoran, dan biaya perawatan.

Sebaliknya, Bio Septic Tank FRP menawarkan keunggulan dari sisi bobot, ketahanan terhadap korosi, kemudahan instalasi, serta fleksibilitas desain.

Oleh karena itu, Bio Septic Tank FRP dapat menjadi pilihan modern untuk rumah tinggal, kantor, sekolah, hotel, restoran, fasilitas umum, maupun bangunan komersial yang membutuhkan sistem sanitasi praktis dan tahan lama.

Jika Anda membutuhkan Bio Septic Tank FRP, IPAL MBBR, Grease Trap, atau solusi pengolahan air limbah lainnya, PT. BIOFIVE SEJAHTERA INDONESIA siap membantu menyediakan solusi sesuai kebutuhan proyek Anda.


Referensi Pemerintah dan Kementerian

  1. Kementerian PUPR – Permen PUPR Nomor 04/PRT/M/2017 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik. Peraturan ini berstatus berlaku dan menjadi salah satu dasar penyelenggaraan SPALD di Indonesia.
    Permen PUPR No. 04/PRT/M/2017 – JDIH BPK
  2. Direktorat Jenderal Cipta Karya – Kementerian PUPR. Halaman NSPK mencantumkan SNI 2398:2017 Tata Cara Perencanaan Tangki Septik dengan Pengolahan Lanjutan.
    Ditjen Cipta Karya – Produk NSPK
  3. Jurnal Permukiman – Kementerian PUPR. Publikasi mengenai efektivitas septic tank dengan pengolahan lanjutan juga mencantumkan SNI 2398:2017 sebagai referensi teknis.
    Jurnal Permukiman – Efektivitas Septic Tank Upflow dan Downflow Filter
  4. PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Regulasi ini mengatur perlindungan dan pengelolaan mutu air serta pengendalian pencemaran lingkungan.
    PP Nomor 22 Tahun 2021 – JDIH BPK
  5. Permen Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 11 Tahun 2025 tentang Baku Mutu Air Limbah dan Standar Teknologi Pengolahan Air Limbah untuk Air Limbah Domestik. Regulasi ini telah mencabut Permen LHK P.68/2016 untuk ruang lingkup yang diaturnya.
Edit Template

PT. BIOFIVE SEJAHTERA INDONESIA

Untuk mengetahui info lebih lanjut silahkan hubungi marketing terbaik kami.

About Biofive

© 2024 PT. Biofive Sejahtera Indonesia

You cannot copy content of this page